TrippersTrip : Traveling Seru ke Kuala Lumpur, Singapore, Karimun dan Batam

Dunia adalah sebuah buku, dan mereka yang tidak melakukan perjalanan, berarti baru hanya membaca satu halaman saja…

Kutipan dari seorang filsuf dunia ini sepertinya benar adanya. Traveling mengajarkan kita untuk melihat sebuah hal lebih dekat. Bukan sekadar kata orang. Karena mengetahui sesuatu hal dengan cara terjun langsung akan memberikan kesan yang sangat berbeda. Traveling juga mengajarkan kita untuk mengenal sisi lain kehidupan dari perspektif yang berbeda.

Beberapa waktu yang lalu, Trippers yang diwakili Kang Wawan and friends… berkesempatan melakukan rangkaian trip seru yang dimulai dari Malaysia, Singapore lalu mampir ke Tanjung Balai Karimun dan berakhir di Batam. Kuala Lumpur, sebagai ibukota negara Malaysia ini menjadi tujuan pertama kami.  Yuk simak, “Traveling Seru ke Kuala Lumpur, Singapore, Karimun dan Batam.”

Bertandang ke Negri Jiran

Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA2)

Kami sampai di Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA2), sekitar pukul 11.30 waktu Malaysia. Bandara ini tak terlalu besar, dan masih kalah jauh dibandingkan Terminal 3 Soekarno Hatta. Kesan sepi dan tak terlalu ramai terasa. Namun, keteraturan dan integrasi antar moda transportasi lain sangatlah mudah dan cepat, karena bandara ini terintegrasi dengan angkutan bus. Di lantai bawah kami bisa dengan mudah menemukan bus counter untuk naik bus ke tujuan berikutnya. Tersedia pula Capsule Transit untuk pengunjung yang sudah sangat mengantuk dan ingin beristirahat. Biayanya RM 55 untuk 6 jam… yah, sekitar seratus sembilan puluh ribuan deh.

Capsule Transit

Kali ini tujuan kami adalah daerah Sungai Besi, Kuala Lumpur. Setelah membeli tiket, kami mendapatkan jam dan gate keberangkatan. Simple. Tanpa harus berdesak-desakan. Tinggal duduk dan menunggu waktu di gate yang telah ditetapkan. Tak berapa lama bus kami pun datang. Tipe Jetbus menyambut kami. Penumpang tertib memasuki bus. Perjalanan pun dimulai. Oiya, buat traveller jangan lupa untuk mengaktifkan paket roaming di ponsel kamu, agar bisa tetap berhubungan dengan orang-orang yang kamu sayangi di tanah air.

Hampir 30 menit perjalanan, kami habiskan dalam bus untuk menuju hotel tempat kami menginap, yang tentunya sudah kami booking sebelumnya. Sedikit tips, sebaiknya saat akan merencanakan bepergian, biasakan selalu selalu booking tiket pesawat pulang dan pergi serta hotel yang akan dituju. Karena hal ini untuk mempermudahkan saat proses di bagian imigrasi. Karena di bagian imigrasi anda akan ditanya berbagai hal.

Akhirnya, kami sampai juga di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur. Kesan pertama saat memasuki terminal bus ini adalah… wow! Terminal bus yang megah hampir menyerupai suasana bandara. Bersih, tertib, nyaman serta banyak petugas yang siap membantu. Sebelum melanjutkan perjalanan kami sempatkan makan siang di lantai atas. Cukup banyak restauran disini dengan berbagai pilihan. Setelah selesai santap siang, kami keluar terminal dan dihadapkan pada dua pilihan. Melanjutkan perjalanan dengan LRT atau dengan Grabcar online. Karena lokasi yang kami tuju cukup dekat, grab pun menjadi pilihan kami. Biaya sebesar RM 5 atau sekitar Rp. 18.000,-. Sampai di hotel, check in dan istirahat, sambil membuat rencana untuk mengulik Kuala Lumpur, sore ini.

Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur

Mencoba LRT Kuala Lumpur

Sore ini kami sepakat bertemu beberapa teman yang telah tiba sebelumnya di Kuala Lumpur untuk kegiatan lain di tempat yang berbeda. Kami bertemu di Sunway Pyramid yaitu pusat perbelanjaan yang memiliki arsitekstur ala mesir dengan patung sphinx dan berbagai ornamennya. Destinasi inilah yang membuat kami untuk pertama kalinya akhirnya dapat mencoba moda transportasi LRT (Light Rail Transit) Kuala Lumpur.

Stasiun LRT tak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Cukup berjalan kaki. Pembelian tiket dilakukan dengan mesin tiket. Setelah menentukan stasiun tujuan dan memasukan uang tunai, kita akan mendapatkan sebentuk koin. Bukan kartu loh… Awalnya kami bingung cara penggunaannya. Ternyata, mudah…. koin itu cukup ditap di gate (bukan dimasukkan ya… karena awalnya kami mencari-cari lubang untuk memasukkannya, hahahaha…). Oh, iya bagi yang pertama menggunakan LRT ini jangan lupa untuk selalu membawa peta LRT. Bisa kok didapatkan di bagian informasi stasiun LRT atau Hotel. Kini kegiatan naik turun tangga stasiun pun mulai menjadi aktivitas utama kami. Jangan segan untuk bertanya jika merasa bingung. Akhirnya “kereta tanpa masinis” kami pun datang.

LRT (Light Rail Transit) Kuala Lumpur

Bersih dan nyaman, itu yang terbersit saat kami masuk. Kereta ini seperti menyatukan berbagai bangsa di dalamnya. Kami berbaur bersama dengan mereka yang keturunan Arab, India, China, Melayu dan Indonesia tentunya.

Singkat cerita, akhirnya kami bertemu dengan teman-teman di Sunway Pyramid. Jalan-jalan sebentar dan foto bersama. Lalu kami pun berpisah. Karena tidak banyak waktu, kami putuskan untuk mengunjungi terlebih dahulu menara kembar Petronas yang terkenal itu, sekaligus melipir ke Kuala Lumpur Tower yang terletak tidak jauh dari sana.

Menengok Twin Tower dan KL Tower yang gemerlap

Kembali naik turun tangga Stasiun LRT. Akhirnya kami tiba di Twin Tower Petronas. Kami disambut megah dan gemerlapnya menara kembar petronas di malam hari. Lingkungan sekitarnya pun dibuat penuh dengan gemerlap lampu dan screen LED. Luar biasa. Kami himbau jika berkunjung kesini cobalah di malam hari. Karena akan lebih berkesan dan lebih cetarrr. Sayang sekali jika kamu berkunjung di siang hari…. selain panas juga tak akan dapat melihat selubung cahaya yang memukau di sekitar Petronas.

Twin Tower (Kiri) & KL Tower (Kanan)

Menara kembar Petronas ini dirancang oleh Adamson Associates Architects, Kanada bersama dengan Cesar Pelli dari Cesar Pelli of Cesar Pelli & Associates Architects Amerika Serikat setinggi 88 lantai yang selesai dibangun pada 1998, dengan desain Interior yang merefleksikan budaya Islam yang mengakar di Malaysia.

Cukup banyak turis yang datang malam ini. kami harus bergantian untuk mengambil foto di spot yang tepat. Ada beberapa hal yang menarik di area menara Petronas ini. Pertama, hanya sedikit sekali ditemukan pedagang makanan kecil di sekitar area. Itu pun hanya satu di setiap pintu keluar. Bersih dan tertib. Hanya sayang masih ada pengemis di sekitar area walau hanya satu dan dua orang saja.

Nah, untuk yang tiba-tiba lapar lalu ingin mencari tempat makan yang murah meriah, itu cukup sulit. Karena lingkungan Petronas dikelilingi restoran-restoran besar dengan target turis berkelas. Sangatlah tidak sesuai bagi kami sebagai turis yang sangat “bersahaja” ini (hehehehe). Kami pun memutuskan berjalan kaki menuju KL Tower sambil terus berdoa agar mendapatkan tempat makan yang menawarkan harga bersahabat. Akhirnya doa kami pun terkabul. Ada sebuah foodtruck dengan menu nasi ayam goreng terparkir di pojokan jalan nun jauh disana. Harganya pun cukup bersahabat. Setelah santap malam “di depan” restoran-restoran mewah, kami melanjutkan tur menuju KL Tower.

Baca Juga : Traveling Seru ke Kuala Lumpur, Singapore, Karimun dan Batam bagian 2 

Menara Kuala Lumpur (KL Tower) adalah sebuah menara di Kuala Lumpur, Malaysia yang dibuka pada tahun 1995 dan mencapai ketinggian 421 m, yang merupakan menara tertinggi ke-6 di dunia. Menara ini digunakan untuk memperlancar komunikasi dan seperti menara-menara tinggi lainnya, menara ini juga menyediakan dek pengamatan. Di malam hari pancaran ratusan lampu yang menghiasi KL Tower terlihat sangat indah.

Rehat sejenak

Ternyata perjalanan tak seperti yang kami duga, terlihat dekat tapi ternyata cukup jauh. Apalagi kami jalan kaki. Pejalanan pun mendaki. Hingga langkah kami harus terhenti karena lelah, walaupun sudah masuk ke dalam kawasan KL Tower. Foto-foto sebentar. Cus… lalu kami segera menuju stasiun dengan Grabcar. Terburu-buru, karena kereta terakhir adalah tepat jam dua belas malam. (wan)

———————————————–

Cerita berlanjut di, “Traveling Seru ke Kuala Lumpur, Singapore, Karimun dan Batam”…edisi berikutnya, ya…. Sempat terjadi tragedi yang menyebalkan loh di Singapore… Mau tahu? Kepoin deh bagian-2 nya….

Oleh : Rachmat Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *