Chai Kue, Cemilan Khas Pontianak

Buat kamu yang baru saja merayakan cap go meh apalagi sedang berada di Pontianak, cobalah kuliner khas bernama Chai Kue atau choi pan yang merupakan hasil asimilasi budaya dari Tiongkok. Di Pontianak terdapat beberapa rumah makan yang menyediakan Chai Kue, salah satunya rumah makan yang menyediakan chai kue adalah Gleam Cafe yang terletak di jalan Tamar Nomor 3, tak jauh dari taman alun Kapuas.

Dilihat dari namanya nampak seperti cakwe yang sudah terkenal di mana-mana, tetapi setelah melihat sendiri ternyata jauh berbeda sekali. Bentuk dan ukurannya lebih mirip dim sum atau pastel, namun rasa kulitnya agak hambar kecuali terasa tepungnya saja. Bedanya kalau dim sum lebih banyak diisi udang, ikan, atau ayam, maka chai kue diisi oleh keladi, bengkuang, dan kucai saja.

Kulit chai kue terbuat dari tepung beras dan maizena dan dibuat dalam bentuk bola terlebih dahulu, sebelum dicetak dalam bentuk lingkaran, lalu diisi oleh tiga macam sayuran tersebut. Cara memasaknya dikukus terlebih dahulu, baru kemudian digoreng atau dibakar sesuai dengan pesanan.

Variasi menu chai kue yang tersedia di menu bermacam-macam modelnya. Ada chai kue kukus, goreng kriuk, saus tiram, goreng pedas, chai kue bakar, bahkan taburan almond dan hot plate. Jadi rasa hambar alias netral pada kulitnya, lenyap karena sudah dibumbui oleh berbagai macam rasa tersebut, sesuai selera sehingga nikmat disantap sebagai cemilan. Enaknya lagi bila disantap dengan sambal kecap dengan irisan cabai merah.

Selain chai kue, di kafe tersebut juga tersedia cemilan lain seperti lumpia, bola isi keladi, singkong, atau ubi manis, jamur goreng, bakwan, tahu goreng, dan rujak. Kalau masih lapar berat tersedia juga aneka bakmie dan kwe tiaw, siomay, atau paket nasi udang goreng telur dadar yang diberi kuah bakmie. Rasanya gak kalah nikmat dengan chai kue yang dihidangkan sebagai menu pembuka sebelum makan berat.

Lebih nikmat lagi bila disajikan dengan minuman es lidah buaya, yang juga merupakan kuliner khas Pontianak. Berbeda dengan daerah lain, lidah buayanya berukuran besar dan disajikan dalam bentuk setengah utuh, sehingga dapat dimakan tersendiri disamping minumannya. Lengkap sudah kuliner makanan dan minuman khas Pontianak yang tersedia di rumah makan ini.

Bagi kamu umat muslim gak perlu khawatir, semua makanan yang ditawarkan dalam menu telah bersertifikasi halal, sehingga aman untuk disantap. Selain dalam perayaan cap go meh, cemilan ini juga cocok untuk berbuka puasa yang memang lebih baik diisi oleh makanan ringan, sebelum menunaikan sholat Maghrib.

Rumah makannya sendiri menggunakan rumah tua yang masih dilestarikan dengan tidak mengubah bentuk aslinya. Di dalamnya terdapat beberapa meja makan dan tempat memesan serta membayar makanan. Sementara di halaman rumah juga digunakan sebagai tempat makan, bila di dalam sudah penuh, atau bagi para tamu yang ingin menikmati semilir angin dengan lebih leluasa. Yah, menikmati penganan khas Pontianak ini diluar, ditemani semilir angin sambil streaming dan download musik di Joox, dengan XL Axiata 4.5G yang jaringan internetnya stabil, urusan buat streaming video dan download musik jadi aman.

Kendalanya hanya parkiran kendaraan roda empat yang terbatas karena menggunakan sebagian badan jalan untuk parkir. Sementara untuk roda dua cukup leluasa karena terdapat parkir khusus di samping rumah tua tersebut. Sebaiknya datang lebih awal sebelum jam makan untuk memperoleh parkir dan posisi meja makan yang nyaman. Kalau sudah gitu, pasti menyantap makanannya pun jadi nikmat. Se-nikmat XL Axiata yang telah terfiberisasi dengan jariangan internet stabil. #JaringanInternetStabil #Fiberisasi

>>> Silahkan Share artikel diatas, dengan mengklik aplikasi di bawah ini ::

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *