Sandiaga Uno Ungkap 3 Program Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Masa pandemi Covid-19 menjadi momen untuk beradaptasi menghadapi new normal. Bahkan, untuk membangkitkan kembali sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (parekraf), dinas pariwisata dapat menerapkan tiga platform program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Di hadapan Kepala Dinas Pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkap tiga program yang akan dijalankan ke depan oleh kementeriannya, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.
“Kita jalankan arahan presiden dan wapres dengan 3 platform program Kemenparekraf, yaitu, inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Dialog Menparekraf dengan Kadispar Prov & Kab./Kota – Rapat Strategi Meraih Kepercayaan Wisman & Wisnus untuk Berkunjung ke Destinasi Pariwisata di Era Adaptasi Baru, Sabtu (26/12/2020).

Lantas, apa saja strategi program untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air? Berikut ulasannya:

1. Inovasi

Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Inovasi di antaranya, pendekatan dengan BIG Data, pendekatan teknologi digital dan pendekatan teknologi kekinian yang memetakan seluruh potensi dan penguatan virtualisasi dan digitalisasi.

“Inovasi dan kreativitas destinasi super prioritas dalam satu tahun ke depan. Mulai dari kuliner, fashion, kita bicara seni budaya tari-tarian hingga yang besar melibatkan sektor lain seperti infrastruktur dan kesiapan lain,” kata Sandiaga Uno.

Tugas utamanya di sektor pemerintah adalah fasilitator inovasi tersebut. “Karena yang berinovasi bukan hanya kita. Mungkin kita bisa inovasi produk dan regulasi. Tapi kita menjadi fasilitator inovasi oleh ekosistem ekonomi kreatif sehingga ekosistem yang akan bersama menumbuhkan kembali sektor parekraf,” kata dia.

2. Adaptasi

Menparekraf Sandiaga menjelaskan di tengah pandemi, dirinya baru pulih dari Covid-19. Dia sadar, manusia rentan terhadap Covid-19. Namun Allah SWT ternyata memberikan kekuatan, manusia adalah makhluk yang adaptif. Maka perubahan harus menguatkan kita.

“Salah satunya menerapkan standar CHSE untuk setiap destinasi wisata sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi. Termasuk mengalibrasi target pasar wisata dan industri atau ekraf. Misal dengan memprioritaskan wisnus. Karena yang seperti kita tahu Inggris sedang menghadapi varian virus baru sehingga mereka menutup perbatasan,” katanya.

Menurut Sandiaga, ini potensi luar biasa dan dapat didorong menjadi salah satu fokus di tengah pandemi dalam satu tahun ke depan. “Dan tentunya segmen wisman tertentu yang bisa kita inovasikan dengan pola-pola travel bubble, travel koridor dan lainnya,” kata Sandiaga.

3. Kolaborasi

Menurutnya, kerja sama dengan semua pihak, terbuka berkomunikasi, jangan lagi ada ego sektoral. Pemda harus lepas birokrasi. Pengusaha jangan dipersulit. Harus berkolaborasi buka diskusi, bersinergi untuk pemulihan sektor andalan ini.

“Jutaan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, dan jam kerja. Mereka dirumahkan. Pendapatan turun. Tujuannya untuk menyejahterakan rakyat di sektor parekraf. Pandemi mengubah segala sendi kehidupan di sektor parekraf. Wajah sektor parekraf ke depan akan sangat berubah. Tidak seperti bulan Desember – Januari 2020, Desember-Januari 2019. Kita gak akan lagi sama,” katanya.

Sandi juga menjelaskan akan memanfaatkan potensi wisata domestik untuk modal kebangkitan industri pariwisata nasional dan Ekonomi Kreatif.

“Sektor parekraf juga telah berkontribusi menyumbang 7,28 persen PDB nasional, kita gaspol. Tadi kita sudah gercep (gerak cepet), geber (gerak bersama) sekarang gaspol. Gunakan kesempatan ini sebaiknya. Maka, Kemenparekraf fokus menyusun dan menjalankan beberapa program yang menyeimbangkan penyediaan dan permintaan atau suplai dan demand,” tutur dia.

Editor : Vien Dimyati | iNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *