Riyanni Djangkaru Yang Jatuh Cinta pada Diving

Riyanni Djangkaru mulai dikenal publik sejak menjadi presenter acara televisi “Jejak Petualang” pada 2002. Tak lagi menjadi presenter, Riyanni masih tetap eksis di dunia traveling. Dia sedang asyik menekuni hobi diving.

Selama menjadi presenter “Jejak Petualang”, Riyanni banyak menjelajah alam Indonesia, mulai dari pegunungan, hutan, hingga laut. Namun, hati Riyanni tertambat pada diving

“Sebenarnya, kecintaan pada diving dan traveling ini dari keluarga. Sejak kecil, kakek-nenek aku suka ngajak mencari jejak di hutan, di saat yang sama orangtua justru agak protektif soal itu,” cerita Riyanni kepada Okezone di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Beruntung, kesenangan menjelajahi alam bak gayung bersambut dengan kesempatan yang datang. Riyanni didapuk menjadi presenter “Jejak Petualang” dan berkesempatan mencoba berbagai hal ekstrem, termasuk diving.

“Saya dapat diving license pada 2003. Kemudian, 2005 saya mendapat kecelakaan, yang akibatnya tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang berat, seperti trekking atau mendaki gunung. Akhirnya intens di diving,” jelas Editor In Chief majalah Divemag ini.

Serius di dunia selam, Riyanni tersadar bahwa bidang yang disukainya adalah sesuatu yang dinamis. “Banyak hal yang bisa digali, ditemukan dari satu titik diving yang sama. Laut tidak pernah sama,” katanya

Riyanni menyebut dirinya sebagai “orang laut” karena hal ini. “Begitu kenal laut, jatuh cintanya itu cepat sekali. Di darat memang sama menyenangkannya, tapi secara spiritual feel-nya lebih dapat di laut. Ini sangat personal sekali,” ceritanya berapi-api.

Kini, Riyanni menjadi salah satu diver kawakan di Indonesia. Kecintaannya pada dunia diving ini juga mendorongnya untuk menggagas majalah diving, Divemag dan pemrakarsa kampanye #saveshark.

Oleh : Mutya Hanifah, okezone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.