Belum Pernah ke Papua? Setidaknya Kamu Tahu 5 Fakta ini

Trippers.id – Mutiara dari timur Indonesia, sebutan ini terasa sangat cocok bila disematkan untuk Papua. Pulau dengan pesona alam yang indah ini memang akan membuatmu candu dengan pesona wisatanya. Buat kamu yang belum pernah ke Papua, setidaknya kamu harus tahu 5 fakta menarik tentang si Negeri Cenderawasih.

1. Taksi

taksi kuning dari Kota Sorong
Foto: youtube.com

Buat kamu yang berwisata ke Papua jangan heran ya jika pesannya taksi yang datang malah angkot, hihihi. Karena memang orang Papua khususnya di Jayapura menyebut angkot dengan sebutan taksi. Jadi jangan marah-marah kalau pesan taksi yang datang malah angkot, bisa-bisa kamu dimarahi balik, Trippers.

2. Salju

gagahnya puncak Jaya Wijaya yang dibalut salju abadi
Foto: rimbakita.com

Yang bilang Indonesia gak punya salju,berarti belum pernah ke Papua nih.
Faktanya, di Puncak Jayawijaya, Papua, selain sebagai gunung tertinggi di Indonesia,
gunung ini menjadi spot salju satu-satunya di Indonesia. Kan asik tuh main salju sambil
guling-guling di gunung, hehehe, canda.

3. Bahasa

anak Papua yang nampak bahagia
Foto: handiyan.web.id

Ada lebih dari 200 bahasa tepatnya 283 bahasa yang ada di Papua. Hal ini
disebabkan karena banyaknya suku yang ada di Papua ini. Bayangin aja kalo ke Papua,
nyebrang kampung udah beda bahasa, Trippers.

4. Surganya Wisata Alam

pesona alam Raja Ampat
Foto: wisatamantap.com

Meski dikenal memiliki tambang emas terbesar di Indonesia. Faktanya Papua
memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari Danau Sentani, Kali Biru, Puncak

Jayawijaya, 1001 bakau dan masih banyak lagi pesona wisata alam yang tersebar di
tanah Papua.

5. Dilarang Nginang

tanda dilarng makan pinang di Bandara Sentani
Foto: ceremende.blogspot.com

Nginang atau makan pinang merupakan budaya unik bagi orang Papua. Di
tempat umum di Papua kamu tidak akan melihat tanda larangan merokok sebanyak di
tempat-tempat lain. Di Papua justru kamu akan melihat tanda dilarang nginang atau
dilarang makan pinang. Larangan ini bukan bermaksud melarang tradisi ya Trippers. Hal ini dibuat karena memang ampas atau sepah kunyahan pinang sering dibuang sembarangan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *